Situasi Rusia Mengkhawatirkan GM

Mon, 25 August 2014 - 16:44 | visits : 746
2120083general-motors-011780x390.jpg

Moskwa, KompasOtomotif - General Motors Company mengaji ulang rencana ekspansi pabrik perakitan di dekat St Petersburg, Rusia. Salah satu alasan penundaan, kondisi pasar mobil yang memburuk serta kondisi politik yang tengah memanas antar Moskwa dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat.

GM sudah mengoperasikan pabrik senilai 300 juta dollar AS sejak 2008 dan sudah merencanakan pembangunan tahap kedua pada 2015. Di fasilitas itu, GM merakit beberapa model andalan, seperti Chevrolet Cruze, Opel Astra, dan Trailblazer.

"Melihat kondisi dan situasi bisnis di Rusia saat ini dan penurunan penjualan sejak awal tahun, kami tengah mengaji ulang rencana itu. Bagian dari keputusan ini, kami juga tengah menghitung ulang ekpansi pabrik kami di pabrik GM Auto Plant di St Petersburg," jelas juru bicara GM, dilansir Bloomberg, Jumat (22/8/2014).

Belum dijelaskan, ada tambahan model apa untuk diproduksi, jika ekspansi jadi dilakukan. Pada 2012 lalu, GM sempat menyatakan rencana menambah kapasitas produksi di St Petersburg menjadi 230.000 unit per tahun mulai 2015.

Tapi, kenyataanya GM mengatakan kapasitas produksi diturunkan dengan mengurangi empat hari per bulan, periode Agustus-September. Jumlah hari kerja juga semakin diturunkan menjadi delapan hari kerja pada Oktober.

Perlambatan ekonomi membuat masyarakat enggan membeli mobil baru. Selain itu, sanksi dari negara barat menyangkut sengketa perang dengan Ukraina membuat suasana politik semakin tegang.

Penjualan mobil dalam tujuh bulan pertama anjlok 10 persen menjadi 1,41 juta unit dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Penjualan Juli saja, anjlok 23 persen. Penjualan Cheverolet juga turun 23 persen pada Januari-Juli 2014 menjadi tinggal 73.749 unit.

Sumber : www.kompas.com

See also

jQuery Slider

Comments

Top