Nah, sebelum memutuskan untuk berhemat bahan bakar, sebaiknya periksa kondisi mesin mobil terlebih dulu. Tak selamanya mobil yang dapat berjalan normal memiliki setelan yang tepat dan punya performa maksimal.
Tak perlu pusing membongkar mesin buat tahu kondisi mesin. Cukup lakukan tes emisi gas buang. Alat tes ini akan membaca kondisi mesin melalui asap hasil sisa pembakaran mesin dan mengeluarkan print out analisa.
Tak perlu juga jadi mekanik andal buat mengerti hasil analisa gas buang ini. Berikut, beberapa variabel pengukuran yang bisa menjadi acuan buat membaca hasil analisa tersebut.
CO (karbon monoksida) menunjukkan efisiensi pembakaran di dalam silinder. Pembakaran mesin injeksi yang efisien berkisar antara 0,2-1,5% dengan toleransi 0,5%. Sedangkan karburator 1-3,5% dengan toleransi 1-2%. Jika ternyata angka CO di luar ideal, artinya perlu dilakukan beberapa pemeriksaan. Kemungkinan bisa beragam, mulai dari karburator/injektor/filter udara kotor, choke karburator menutup, intake manifold/inlet kepla silinder kotor, hingga sampai kebocoran kompresi dari klep
CO2 (karbondioksida) menunjukkan hasil pembakaran di dalam mesin. Angka idealnya harus diatas 12%. Semakin tinggi nilainya, makin baik pembakaran yang terjadi. Artinya, energi yang dibakar pun makin banyak. Bila nilai CO2 di bawah 12%, artinya campuran bahan bakar dengan udara kurang tepat atau ruang bakar yang kotor.
HC (hidrokarbon)
Mengindikasikan sisa bensin yang terbuang bersama asap knalpot. Nilai idealnya tak boleh melebihi 300 ppm. Bila melenceng dari nilai ini dapat berakibat tenaga loyo dan boros bensin. Periksa kompresi di ruang bahan bakar dan sistem pengapian
O2 (oksigen) yang terlalu banyak keluar dari sisa gas buang menandakan proses pembakaran di mesin tak efeisien. Nilainya tak boleh lebih dari 2%. Jika kelebihan, berarti ada kebocoran di sistem gas buang atau setelan bahan bakar terlalu irit. Semakin dekat nilai O2 ke angka 0, maka semakin baik proses pembakaran yang terjadi
Lambda berkaitan dengan perbandingan antara campuran udara dan bahan bakar yang terbuang lewat asap knalpot. Nilai idealnya 1. Jika lebih besar dari 1,1 berarti bahan bakar terlalu irit. Sedangkan saat kurang dari 0,95, bahan bakar boros. Kurang dari 0,85, bahan bakar terlalu boros.